Kamis, 25 November 2010

GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD)

.GERD adalah suatu kondisi yang terjadi bila reflux isi lambung menyebabkan gejala yang mengganggu.

.Menyebabkan penurunan produktivitas kerja dan gangguan kualitas hidup.

.GERD kronis berpotensi komplikasi ~ esofagitis erosi, striktura esofagus, perdarahan esofagus.

.Prevalensi di Indonesia ~ 15-20%.

.Keluhan ~ dada terasa terbakar (heart burn) sekurang-kurangnya 1x dalam seminggu.

.Faktor resiko ~ penderita penyakit jaringan ikat ( scleroderma), penyakit pernapasan kronis,posisi tidur yang lama.


Definisi GERD :

.kelainan dimana reflux cairan lambung yang berulang kedalam esofagus menimbulkan rasa terbakar.

.kelainan patologis sebagai akibat reflux kandungan lambung kedalam esofagus dengan berbagai gejala yang timbul akibat keterlibatan esofagus, faring dan saluran nafas.

.gejala atau kerusakan mukosa yang diakibatkan oleh reflex abnormal isi lambung kedalam esofagus.

.fisiologi ~ episode reflux selalu terjadi namun hanya dalam waktu singkat dan jarang menimbulkan keluhan.

.cairan balik asam lambung akan dibersihkan oleh peristaltik esofagus, sedang yang masih tersisa akan dinetralisir bikarbonat yang ada dalam air ludah.

.episode reflux fisiologis secara khusus terjadi postpandrial, berjalan singkat, asimtomatik dan jarang terjadi selama tidur.

.reflex patologis ~ berkenaan dengan simptom cedera mukosa dan sering kali termasuk dalam episode nocturnal.

.patogenesis ~ relaksasi sementara yang abnormal dari sfingter esofagus bagian bawah ( Lower Esofagus Sfingter : LES ) ; terhambatnya motilitas esofagus, terlambatnya pengosongan lambung, gangguan pertahanan mukosa, sensitifitas mukosa esofagus, bahan material reflux yang toksik serta berhubungan dengan infeksi Helicobacter pilorii.

.faktor yang dapat menurunkan tonus LES:
-hiatus hernia.
-panjang pendeknya LES.
-faktor hormonal.
-obat-obat antikolinergik, beta adrenergik ,teofilin.


.Gejala:

.heart burn ~ dada terasa terbakar ~ sensasi ketidaknyamanan seperti rasa terbakar didaerah retrosternal, menjalar ke leher ( kebanyakan post pandrial ).

.regurgitasi ~ kembalinya kandungan gaster kedalam faring tanpa mual, muntah, atau kontraksi abdomen.

.gejala extra esofageal ~ nyeri dada non kardial,suara serak,laringitis, batuk, sampai asma.

.akibat komplikasi ~ dysfagia, odinofagi, perdarahan, striktura.


.Pemeriksaan :

.Endoskopi ~ dapat menilai perubahan makroskopis dan mikroskopis mukosa esofagus.

.Esofagografi.

.pHmeter.

.Histologi.


.Terapi :

.Penghambat Pompa Proton (PPP).

.antasida.

.antagonis reseptor H2.

.bedah/endoskopi

.Target terapi GERD :

-menyembuhkan lesi esofagus.
-menghilangkan gejala.
-mencegah kekambuhan.
-memperbaiki kualitas hidup.
-mencegah komplikasi.

.Modifikasi gaya hidup :

-meninggikan bagian kepala tempat tidur.
-mengurangi asupan lemak.
-stop merokok.
-hindari alkohol.
-hindari berbaring segera setelah makan.
-menurunkan berat badan.
-hindari pakaian ketat.
-hindari makan/minum yang mengandung coklat, teh, pepermint,kopi.



Sumber : Sutanto Madu Seno ~ PIT IX 2007 IPD FK UGM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar